Kita senang mengamati, sampai lupa mana yang asli mana yang mengimitasi.

Kita tidak takut mati, hanya takut sendiri.

Jangan biarkan aku sendiri. Malam seperti ini layak untuk dibagi

Agata Alexandra

Setidaknya aku ingin memilih. Bukan asal menjatuhkan hati.

Agata Alexandra

Ada letup-letup kecil setiap kudengar namamu, entah rasa yang mana. Aku tidak ingin tahu.

Aku tidak butuh pengakuan. Aku hanya butuh kamu melakukan.

Rupa-rupa rasa kau buat ada. Sampai sekarang masih kamulah pencipta segala rasa, di dalam sini.

Kita suka bercanda. Bahkan saat mengatakan saling cinta.

Topengmu yang membuatku jatuh cinta. Tetapi dirimulah yang membuatku tergila-gila.

Agata Alexandra

Aku butuh kamu untuk mengingatkan bahwa hal yang indah pun harus berakhir pada waktunya.

Kita berjalan, melewati setiap batu yang menjadi pelintang, menyingkap ilalang yang menjadi penghalang dan akhirnya kita pulang, sayang.

Banyak yang lebih hebat daripadaku, itulah yang membuatku tetap berpijak di tanah menyadari ketidakmampuanku.

Terimakasih telah mengungkap realita yang lebih luas lagi.

Apa yang kulihat di matamu adalah sepuluh tahun mendatang dengan dua anak perempuan cantik disebelahnya.

Langkahmu yang pergi, itulah awal dari segala waktu yang membeku.

Ucapan Terimakasih

Satu ucapku, terimakasih. Kepada mereka yang tetap membaca guratan kata yang kutulis satu demi satu atau kepada mereka yang memiliki perasaan sama yang tidak bisa terkatakan. Ijinkan aku untuk terus menulis mimpi-mimpi yang akan kuwujudkan suatu hari nanti dan ijinkan aku untuk berterimakasih kembali atas semua, dari dalam hatiku. Kepada mereka yang melihatku jatuh lalu bangkit kembali tertatih-tatih dari semua kata-kata yang kutumpuk.

Terimakasih.

Agata Alexandra

24 Mei 2012